Rabu, 17 September 2014

Tobasa Berbenah Jelang Festival Danau Toba 1721 September 2014

"Secara maksimal kita mempersiapkan FDT2014, dengan harapan akan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi di Tobasa." Pandapotan Kasmin Simanjuntak Bupati Tobasa

K abupaten Toba Samosir (Tobasa) yang memiliki luas wilayah seki tar 2.021 km persegi telah di hunjuk Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Danau Toba (FDT) Tahun 2014 sesuai surat Kemenparekraf nomor HM.304/3/8/WPEK/2013 tanggal 7 November 2013. Menjelang pelaksanaan kegiatan akbar tersebut, Tobasa terus berbenah untuk mensukseskan even yang telah menjadi agenda tahunan nasional tersebut.


“Secara maksimal kita mempersiapkan FDT2014, dengan harapan akan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi di Tobasa,“ ujar Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak, di Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta belum lama ini.

Kasmin juga mengemukakan, momentum FDT ini akan menjadi kebangkitan pariwisata Tobasa, sehingga pariwisata Tobasa dapat memberikan kontribusi yang besar, dan kedepan industry ini menjadi industri pariwisata berkelas internasional.

Mengingat waktu perhelatan festival sudah semakin dekat, Kasmin mengatakan pihaknya saat ini lebih mengintensifkan komunikasi untuk mematangkan persiapan yang dibutuhkan, serta meminta dukungan pemerintah pusat sehingga even tersebut akan member manfaat khususnya bagi warga Tobasa.

Bupati didampingi beberapa pimpinan SKPD Pemkab Tobasa lain sebelumnya telah mengadakan rapat dengan Wamen Parekraf dan beberapa kabupaten di Kawasan Danau Toba dan telah disepakati FDT akan dilaksanakan pada 17 21 September 2014 mendatang.

Dari data yang dihimpun, even FDT kali ini lebih mengetengahkan pada sisi Culture Tourism/ Wisata Budaya dan Sport Tourism/ Wisata Olah Raga. Berbagai objek wisata akan “ditawarkan“ selama even ini, seperti Old House Jangga Dolok, Huta Parmalim, Makam Sisingamangaraja, Pantai Lumban Silintong, Pantai Lumban Binanga, Pantai Lumban Bulbul, Pantai Pasik, Air Terjun Gopgopan, Sampuran Pandumaan, Mual Sirambe, Panorama Tarabunga, Pantai Ajibata serta banyak lagi objek wisata sejarah maupun objek lainnya.

Selama 5 (lima) hari penyelenggaraannya, jenis Sports Tourism, yang akan dilaku kan yakni lomba paralayang, lomba solu bolon, lomba arung jeram, dan Lake Toba Drum Festival. Untuk kegiatan budaya, Festival Danau Toba akan menampilkan pameran parekraf, seminar paraiwisata, fashion show, pertunjukan budaya, dan lomba menyanyi paduan suara dan solo.

Dalam berbagai even yang dilakukan, pihaknya berupaya menampilkam keunikan budaya dan kearifan lokal yang dimiliki. Dicontohkan, Lake Toba Drum Festival dilakukan, dilatarbelakangi adanya keunikan, mengingat hasil penelitian, hanya 4 (empat) negara yang memiliki melody drum.

Disamping kegiatan tersebut, dukungan yang diperoleh untuk mensukseskan even ini, katanya, juga diperoleh dari kabupaten tetangga dan TB Centre yang akan menggelar pra FDT untuk membantu promosi dan menyemarakkan FDT. Kegiatan tradisional seperti lomba solu bolon hias, lomba marhonong, lomba martumba, lomba baca tulis aksara Batak, maminta gondang, man gandung dan lainnya direncanakan akan digelar selama pra FDT.

Sesuai dengan rencana yang telah disusun, pembukaan FDT akan diawali dengan Opening Ceremony, kemudian secara berurutan akan digelar kegiatan seperti, Pameran Ekonomi Kreatif, Kegiatan Paralayang, Prosesi Polisi Cilik, “Tortor Pangurason”, Kegiatan Budaya “Panangkok Ogung”, Martumba oleh anak-anak Sekolah Dasar.

Kemudian akan digelar Tari Cawan Massal, Eksebisi Paramotor, Penabuhan “Taganing” bersama World/Local Drummer, Pertunjukan Opera Batak “Terjadinya Danau Toba”, Pertunjukan Mardugu Horbo, Pertunjukan Permainan Trandisional (Marjalekkat, Margala, dll).

Selain itu, juga dilakukan lomba hias Transportasi Wisata, Perlombaan Kuliner, Pagelaran Opera Lahirnya Raja Si singamangaraja, Pameran Photography, Perlombaan Solu Bolon, Pertunjukan Budaya “Mangalahat Horbo dirangkai Tortor Dalihan Natolu dan Pembagian Jambar. Masih dalam rangkaian kegiatan tersebut, juga dipertunjukkan Tari 10 Etnik Lintas Budaya, Tortor Tunggal Panaluan dan Persembahan Budaya “Manggohi Ulaon Nauli“.

Diharapkan berbagai kegiatan yang akan diselenggarakan ini, akan semakin membuka mata publik, bahwa wilayah Toba Samosir merupakan daerah yang kaya akan potensi objek wisata, dan layak untuk dikunjungi bagi seluruh wisatawan. (adv) Media Indonesia, 11/9/2014, hal 5