Sabtu, 18 Oktober 2014

Geliat Sinabung belum Mereda

AKTIVITAS vulkanis Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, belum mereda. Hingga siang kemarin, geliat gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu didominasi awan panas guguran.Dari pengamatan yang dilakukan seperti dilaporkan situs resmi Pemkab Karo http://www.karokab.go.id, di pagi hari terjadi empat kali awan panas guguran dari puncak sejauh 2.000 hingga 2.500 meter ke arah selatan. Tinggi kolom abu vulkanis awan panas mencapai 500 meter.

Sementara itu, di siang hari, terjadi sekali awan panas guguran dengan luncuran sejauh 2.500 meter ke arah selatan. Namun, tinggi kolom abu vulkanis tidak terpantau karena tertutup kabut. Status Gunung Sinabung masih tetap siaga (level III), kendati kemarin tidak terlalu aktif seperti dua hari sebelumnya. Namun, warga tetap khawatir dengan aktivitas vulkanis Sinabung itu. Hal itu diungkapkan Posan Barus, 46, warga Kecamatan Kaban Jahe, yang mengaku cemas dengan kondisi Gunung Sinabung, yang telah memaksa 3.287 jiwa masih mengungsi di 16 titik pengungsian.

Menurutnya, warga sekitar Gunung Sinabung memiliki penderitaan yang berlipat ganda. Selain kehilangan tempat tinggal, mereka kehilangan lahan pertanian yang diandalkan untuk kebutuhan mereka setiap hari. Debu vulkanis yang disemburkan Sinabung telah merusak tanaman petani di tujuh wilayah Kecamatan di Kabupaten Karo. Jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp97,7 miliar.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumut M Roem mengungkapkan luasan tanaman yang diguyur hujan abu vulkanis mencapai 2.959 hektare areal pertanian. Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho telah menginstruksikan semua pihak untuk membantu Kabupaten Karo mengatasi dampak debu vulkanis Gunung Sinabung. Caranya dengan memperbantukan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan penyemprotan permukaan tanaman yang terancam gagal panen (puso) akibat tertutup debu vulkanis. (JH/N-2) Media Indonesia, 17/10/2014, halaman 9